karena rumah kami berdekatan makanya setiap kami pergi sekolah pasti bertiga, kecuali kalau ada yang sakit, di sekolah daniel itu jadi pujaan semua anak perempuan, makanya dia di juluki RAIN taukan bintang film asal korea atau taiwan gt, pokoknya badannya atletis, putih, tinggi, pokoknya mirip banget deh.
saking jadi idamanya cewek-cewek di sekolah, ke toilet ajah banyak yang ngikutin, apalagi kalau si doi maen basket, udah deh penuh semua tu lapangan basket ama cewek - cewek kegatelan, cuma mau liat aksi si daniel doang...' pusing kalau aku liat tiap jam olah raga.
**
13:30 wib
Jam pulang sekolah berbunyi, kami langsung menuju kantin wat makan siang, karena memang kami selalu makan siang di kantin, cint kamu mau makan apa...? kali ini aku yang traktir kalian berdua'' tanya daniel ke aku dan sofi,' iya deh gue makan bakso ajah terus minumnya teh botol yng dingin yua, kalau kamu sof..? timpalku, sama aja deh, jawab sofi ke aku, jadi itu ajah ya sekali lagi daniel memastikan pesananku, iya daniel bawel, jawabku bersungut - sungut.
selesai makan barulah kita pulang itupun jalan kaki karena dekat rumah kami dengan sekolah.
19 : 00 wib
daniel datang ke rumahku, katanya ada yang mau di omongin, maaf cint, aku datang malam-malam ganggu istirahat kamu.." ucap daniel' iya kenapa kok tumben kamu datang dengan muka aneh and sedikit lsu, ada apa sayang kok jadi begini', ucapku dengan entengnya panggil dia sayang, aku mau bilang kalau sebenarnya aku tu sayang banget ma....? udah jangan di lanjutin aku tau kok kalau kamu itu sayang...?? tanpa di komando aku memotong ucapan rio...' jadi kamu setuju dan mau...? ucap daniel' iya aku mau kok dan aku setujuh karena aku juga sayang kamu...!! apa.......!!! bukan itu cint, aku tu sayangnya sama sofi bukan kamu, kamu berpikir kalau aku sayang kamu ya, aku tu nganggep kamu sebagai teman biasa saja kok, ' ucap daniel yang bikin aku syok setengah mati......bagai di sambar uang ratusan juta, aku jadi bingung, malu setengah tiang, dan mati gaya, akhirnya saking malunya aku tinggal daniel di kamarku dan aku pergi ke rumah sofi, cint.......cinta...teriak danil memanggilku, tapi aku acuhkan, karena aku sudah terlanjur malu.
akhirnya malam itu aku tidur di rumah sofi tanpa aku cerita apa yang terjadi semalam, karena kejadian semalam sikapku ke daniel jadi sedikit berubah, aku mulai jarang bicara dengan daniel, pulang bareng pun aku jarang, aku lebih sering pulang sendiri, karena aku malu dengan daniel, takut kalau sofi tahu tentang malam itu. Akhirnya aku memutuskan untuk pindah sekolah saja, karena untuk menghindari permasalahan kami menjadi runyam, malam itu sepulang sekolah aku langsung pamitan ke sofi.
sofi aku minta maaf kalau aku ada salah selama ini'' ucapku ke sofi' mang kenapa kamu cint,.? kok tiba - tiba ngomong gitu, mang mau kemana...? tanya sofi ke aku' iya sof aku mau pindah sekolah dan aku sudah ngurus semua surat ke pindahanku, dan besok aku sudah tidak sekolah di tempat yang biasa aku pindah di daerah garut, karena memang keluarga pindah ke garut, maaf ya sof' aku baru bilang karena memang aku tak mau bikin kamu sedih dengan kepergianku yang mendadak ini, sekali lagi aku minta maaf ya sof' aku juga titip salam ke daniel karena memang daniel tidak tahu dengan kepindahanku ini, dan kamu jangan bilang aku pindah ke garut ya sof...! pintaku, sedih memang malam itu, air mata pun tak mau berhenti keluar dari pelupuk mata, karena sahabat dari kecil kini harus berpisah karena seorang cowok, dan itu sahabat sendiri, tapi biarlah aku yang mengalah demi kebahagian sahabat karibku, akhirnya aku pulang, sebelum pulang kami berpelukan untuk terakhir kalinya Sebelum aku berangkat ke garut besok, akhirnya malam itu aku tidur dengan perasaan sedih dan kacau karena rasanya tak rela jika harus berpisah dengan dua sahabatku yang sudah lama berteman.
** **
07 : 15
Pagi ini mendung sepertinya langitpun bersedih karena perpisahanku dengan sahabatku, karena aku dan keluarga berangkat pagi - pagi, aku tak bertemu sofi dan daniel, cint ayo berangkat sudah siang nie.......""!! teriak bapak dan kakakku, iya bentar ya...!! ada yang ketinggalan, balasku.
akhirnya kami sampai juga di garut, kami langsung istirahat, karena perjalanan yang cukup melelahkan hampir 3 jam kami di jalan, selama itu pula aku tak bisa menahan air mata, aku selalu teringat dengan sosok sofi, cewek muslimah, baik dan murah senyum, aku juga tak bisa lupa akan daniel, cowok ganteng, putih dan tinggi, hampir setiap malam aku tak bisa tidur, di sekolahpun aku tak bisa mendapatkan seseorang yang dapat menggantikan sosok teman akrabku di jakarta, sampai akhirnya ada seorang cowok yang begitu perhatian ke aku, namanya Jatmiko, tidak tinggi tapi manis, tidak putih tapi menarik, dialah yang selama beberapa hari ini mengisi hari - hari kelamku di garut, hampir setiap hari dia bawa makanan untukku, walaupun aku tak pernah makan atau sekedar megang, tapi karena kegigihannya itulah aku jadi bersimpati dan mulai suka sama jatmiko.
akhirnya hubungan kami menjadi serius, jatmiko menyatakan cintanya ke aku, dan tidak tau kenapa aku kok langsung menerima jatmiko tanpa pikir panjang, kami pacaran sampai kami lulus SMA, dan kami jalani ini semua dengan rasa penuh bahagia, setelah lulus sekolah menengah atas aku langsung ke bandung untuk kuliah, dan jatmiko kuliah di jogja, sekali lagi aku di bikin sedih oleh yang namanya cinta, memang cinta itu butuh pengorbanan, kami pun pacaran jarak jauh, karena jarak itulah aku memutuskan hubungan dengan jatmiko, aku takut tak bisa setia, makanya kami sepakat untuk menyudahi hubungan kami dengan baik - baik.
***
setelah aku di terima kuliah di bandung aku langusng cari kost - kost'an yang deket dengan kampus, hari pertama kuliah, seperti biasa ada orientasi mahasiswa baru, dan pengenalan seluruh seluk beluk kampus, mulai dari letak toilet sampai ruang dekan yang paling galak sekampus.
minggu pertama aku jalani dengan senang hati karena banyak teman yang aku dapat di kampus, tidak hanya itu aku juga ketemu dengan salah satu teman dari kakakku yang ternyata dia kuliah di sini juga, pokoknya hilang semua sedih dan kekecewaanku selama ini, yang aku rasakan hanya senang - senang, tanpa peduli masa lalu.
hampir dua tahun aku jalani kuliah, tiba - tiba ada pengumuman ada mahasiswa pindahan dari jakarta, katanya seh ganteng kayak artis luar negeri, sudah gitu badannya atletis, denger - denger kabar yang beredar.
keesokan harinya bener juga, pas banget lagi cowok dari jakarta itu ternyata satu kelas dengan ku, tapi sayang aku datang terlambat karena aku begadang semalaman, aku tahu info itu dari lulu teman satu kelasku juga, tiba - tiba hp ku berdering tanda panggilan masuk, pas aku lihat ternyata dari si lulu,
hallo...iya kenapa lu kamu telp aku, bukannya lagi jam pelajaran tanyaku..?'' tidak kok, ini lagi ada mahasiswa baru, orangnya ganteng banget, dah gitu kayak artis asia itu RAIN idolamu, taukan kamu, ujar lulu, nyerocos kayak kenalpot bemo, tidak ada abisnya,'' iya nie aku sudah di depan kampus, aku tutup telp nya ya, ampe ketemu di kelas, ujarku..""
pas aku mau masuk ke dalam kelas, ada suara yang menyebut - nyebut nama daniel, aku langsung kaget, dan berpikir apa iya cowok itu daniel, teman SMA aku waktu di jakarta, tanpa berpikir panjang aku langsung masuk kelas, benar juga apa yang aku pikirkan, ternyata itu daniel, orang yang pernah aku cintai, tapi aku relakan buat sahabatku sendiri,
***
cint...cint..cinta bangun, terdengar suara yang aku kenal dan memintaku bangun, cinta ini aku daniel, kamu tidak apa - apa kan..? aku khawatir tadi kamu pingsan, kamu sakit..? atau belum sarapan..? tanya daniel yang begitu khawatir,' ennggak kok aku memang sedikit pusing, mungkin capek tadi gara - gara lari - lari, timpalku, lulu datang bawa teh hangat untuk aku minum, cinta kamu minum teh ini dulu ya, biar badannya enakan, kata lulu, aku tinggal kalian berdua ya, aku ke kelas dulu tambah lulu, tapi lu...kamu di sini ajah..." kan ada daniel, kamu pasti aman, di sini, dengan nada sok taunya lulu.di ruang kesehatan kami hanya berdua, dan itu sampai jam pelajaran semua telah selesai, aku dan daniel baru pulang dan sebelumnya aku ke kelas untuk ambil tas ku dan tasnya daniel, setelah itu aku di antar pulang daniel.
hari berganti hari, perasaan yang telah lama pergi datang lagi, perasaan itu muncul lagi, tapi kali ini beda, soalnya yang bicara duluan adalah daniel, dia bilang kalau selama ini dia mikirin aku, karena setelah aku pergi ke garut, daniel merasa berdosa, walau akhirnya sofi dan daniel jadian, dan sempat tunangan.
akhirnya daniel bercerita tentang kisah kasihnya dengan sofi sepeninggalku ke garut, tanpa aku minta untuk cerita, karena aku takut kalau - kalau menyinggung perasaan daniel, tapi danile malah pengen cerita mengenai sofi,
setelah aku ke garut, baru sekitar tiga bulan sofi dan daniel jadian, dan itu berujung dengan pertunangan, tapi takdir berkehendak lain, ternyata tanpa sepengetahuan daniel sofi mengidap penyakit kanker yang sudah kronis, pernah sekali waktu sampai di rawat di rumah sakit, tapi sempat baikan, di setiap ada waktu dan sedang berdua, sofi selalu bercerita tentang kamu cint, dan dia minta aku mencari kamu, karena sofi tahu umurnya tidak panjang lagi, ternyata benar, setelah hampir dua minggu setelah dari rumah sakit, sofi kumat lagi dan ini lebih fatal lagi, sampai harus operasi segala, aku pasrah dengan semua ini cint, hampir aku putus asa dengan ini, ternyata sofilah yang bikin aku kuat sampai sekarang ini, makanya karena aku tahu kamu pindah dan kuliah di bandung, aku memutuskan untuk ke bandung dan kuliah di sini juga, ternyata benar, aku ketemu kamu di sini, tapi cint ini ada surat dari sofi, sebelum dia meninggal sempat menulis surat untukmu'' di keluarkan amplop warna kuning, dan seketika itu aku teriak histeris karena kaget mendengar kalau sofi sudah meninggal dan saat terakhir aku tak di sampingnya, yang lebih memilukan lagi, di saat sekaratpun sofi masih inget denganku, sofi...kamu tega ninggalin aku sendiri, saking histerisnya aku langsung di peluk daniel, dan mending kita pulang dan kamu baca suratnya di rumah saja ya...! pinta daniel dengan lembut ke aku,
sampai di rumah daniel tak langsung pulang tapi masih menunggui aku, takut kalau ada sesuatu yang terjadi, benar setelah aku baca surat dari sofi, aku langsung lemes dan tak sadarkan diri, aku benar - benar terpukul dengan kepergian sofi , bagiku ini sangatlah cepat, tak lama akhirnya aku sadar, dan untuk kedua kalinya daniel memeluk aku, terasa nyaman banget di peluk daniel, tapi kalah dengan perasaan sedihku, akhirnya aku meminta daniel mengantar aku ke makam sofi di jakarta, langsung besok paginya kami naik pesawat pertama yang ke jakarta, dan kami langsung ke makam sofi, untuk ketiga kalinya aku di peluk daniel, cint inilah tempat terakhir sofi di semayamkan, dan aku minta kamu cerita isi surat yang di tulis sofi ke kamu...! pinta daniel'' tapi tidak aku hiraukan, malah aku meratapi kepergian sofi, sambil menangis sesenggukan,' daniel aku akan ceritakan semua isi surat sofi, tapi intinya sofi menginginkan kita jadian, dan kalau itu kita jalani, berarti permintaan sofi yang paling di inginkan terkabul, karena selama dia ngejalani hubungan denganmu sofi merasa bersalah, dan untuk menebus semua itu, sofi minta sepeninggalnya dia, kita jadian, dan itu semua harus di ikrarkan di depan makam sofi, bagaimana menurut kamu daniel...? tanyaku dengan suara serak karena nangis dari kemaren, kalau itu memang membuat sofi bahagia di alam sana, aku mau kok, jawab daniel, akhirnya hari itu juga, di depan makam sofi, kami mengikarkan janji kalau kita jadian menjadi sepasang kekasih, karena hari sudah mulai sore, daniel mengajak pulang ke rumah orang tuaku yang di jakarta, selama hampir seminggu kami di jakarta kami berdua hanya mengenang masa - masa waktu SMA, dan itu mengingatkan kembali ke sofi, setiap hari kami ke makam sofi, untuk sekedar menengok atau memberitahu sofi, kalau kami berdua sekarang bahagia, dan itu semua karena sofi, hari terakhir aku di jakarta, kusempatkan datang lagi ke makam sofi, bersama daniel, dan kulihat langit cerah menandakan sofi bahagia di alam sana, jam 14 : 45 pun kami berangkat ke bandara untuk naik pesawat menuju bandung, untuk meneruskan study kami lagi, dan setelah itu hubungan kami berdua tambah akur dan romantis itu juga karena sofi, sofi terima kasih untuk semuanya ......!!!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar